Catatan terakhir ditemukan tahun 1978
Berkik Kembang Besar/ Greater Painted Snipe atau Rostralulla benghalensis, catatan terkhir mengenai jenis ini terakhir kalinya ditemukan di Kalimantan Tengah tahun 1978. Sejak saat itu tidak ada informasi lagi mengenai jenis tersebut. Catatan keseluruhan Berkik Kembang Besar yang dikenal dengan lokal Berekik Kipas ini di Borneo (Kalimantan, Sabah dan Serawak) baru tercatat 15 kali ditemukan (Bas Van Balen, personal komunikasi), namun secara tidak disengaja Desember tahun 2009 jenis burung ini ditemukan kembali oleh warga desa Pematang Gadung, Abdurrahman. Saat itu Abdurrahman sedang mengendari sepeda motor hendak menuju kota Ketapang, dalam perjalanan yang belum jauh meninggalkan desanya, ia melihat sepasang burung yang sedang terbang rendah, kemudian berhenti sejenak dan perhatian terfokus untuk melihat sepasang burung itu terbang dan bermain-main di areal pesawahan. Karena kecintaanya terhadap satwa-satwa yang terdapat didesanya dan kebiasaannya yang selalu membawa kamera saku, perlahan, sepasang burung yang sedang bermain-main di sawah pinggir jalan didekati, kemudian dengan sabar menunggu waktu yang tepat dan pose "nasrsis" sepasang burung tersebut, Abdurrahman berhasil mendokumentasikan sepasang burung itu dalam bingkai digital koleksi poto-poto satwa yang selama ini ia dokumentasikan. Senang dan sekaligus bangga, ketika Abdurrahman berkonsultasi ke salah seorang pakar burung yang sudah sangat terkenal di kalangan para pecinta burung, yaitu Bas Van Balen, warga Belanda yang meiliki data cukup lengkap mengenai jenis burung yang ada di INdonesia, karena berdasarkan infomasi yang didapat dari pakar burung tersebut, jenis burung yang ia berhasil dokumentasikan itu merupakan jenis burung yang catatan ilmiahnya sangat jarang sekalli. Sudah 32 tahun catatan mengenai burung ini menghilang di Kalimantan dari kalangan para pecinta burung dan ditemukan kembali pada tahun 2009 oleh Abdurrahman di Pematang Gadung, desa tempat ia tinggal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar